3.3.A.6 REFLEKSI TERBIMBING PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
3.3.A.6 REFLEKSI
TERBIMBING
PENGELOLAAN PROGRAM
YANG BERDAMPAK PADA MURID
1. Apa yang menarik bagi Anda setelah mempelajari
pengelolaan program yang berdampak pada murid?
Sesuatu yang menarik bagi saya setelah mempelajari
modul ini yaitu tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid. Saya tertarik
untuk mengetahui dan mengembangkan program-program yang sudah ada di sekolah
SMK Negeri 1 Kraksaan. Di SMK Negeri 1 Kraksaan sudah banyak program yang
berdampak pada murid salah satunya adalah program kelas meeting dan gebyar siswa
sebagai ajang kepemimpinan murid.
Program ini dilaksanakan rutin setiap akhir semester. Clasmeeting
Ceria disini adalah sebuah program ko-kurikuler yang dirancang dengan tujuan
untuk menyalurkan bakat dan minat siswa melalui lomba-lomba ringan yang
bersifat ringan, ceria dan edukatif.
2. Apa yang mengejutkan yang Anda temukan dalam
proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid?
Sesuatu yang mengejutkan dalam program yang berdampak pada murid disini adalah tentang lingkungan yang menumbuh kembangkan kepemimpinan murid. Ternyata dalam sebuah program yang berdampak pada murid secara tidak langsung guru bisa membentuk sebuah lingkungan yang bisa menumbhkembangkan kepemimpinan murid. Lingkungan yang menumbuh kembangkan kepemimpinan murid memiliki beberapa karakteristik, diantaranya adalah :
- Lingkungan yang menyediakan kesempatan untuk murid menggunakan pola pikir positif dan merasakan emosi yang positif, hingga berkemampuan dan berkeinginan untuk memberikan pengaruh positif kepada kehidupan orang lain dan sekelilingnya.
- Lingkungan yang mengembangkan keterampilan berinteraksi sosial secara positif, arif dan bijaksana.
- Lingkungan yang melatih keterampilan yang dibutuhkan murid dalam proses pencapaian tujuan akademik maupun non-akademiknya.
- Lingkungan yang melatih murid untuk menerima dan memahami kekuatan diri, sesama, serta masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
- Lingkungan yang membuka wawasan murid agar dapat menentukan dan menindaklanjuti tujuan, harapan atau mimpi yang manfaat dan kebaikannya melampaui pemenuhan kepentingan individu, kelompok, maupun golongan.
- Lingkungan tersebut berkomitmen untuk menempatkan murid sedemikian rupa sehingga aktif menentukan proses belajarnya sendiri.
- Lingkungan tersebut menumbuhkan daya lenting dan sikap tangguh murid untuk terus bangkit di tengah kesempitan dan kesulitan. (di sadur dari Noble Noble, T. & H. McGrath, 2016)
3.
Apa yang berubah yang akan Anda lakukan setelah
memahami atau mempelajari materi ini?
Ada sesuatu yang berubah setelah saya mempelajari
modul ini yaitu tentang bagaimana seorang guru menfasilitasi suara, pilihan,
dan kepemilikan murid. Ini diterapkan dalam program yang berdampak pada murid
yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Kraksaan yaitu class meeting dan gebyar siswa
sebagai ajang kepemimpinan murid, dimana disini aspek suara, pilihan, dan
kepemelikan murid benar-benar diperhatikan dan dipertimbangkan oleh seorang
guru.
Dimana mempertimbangkan suara murid disin adalah
tentang bagaimana kita memberdayakan murid kita agar memiliki kekuatan untuk
memengaruhi perubahan pada diri mereka. Suara murid yang otentik memberikan
kesempatan bagi murid untuk berkolaborasi dengan kelompoknya dan membuat
keputusan dengan orang dewasa seputar apa dan bagaimana mereka belajar dan
bagaimana pembelajaran mereka dinilai.
Banyak hal yang bisa dilakukan dalam empromosikan
suara murid dalam proses pembelajaran misalnya suara murid dapat ditumbuhkan
melalui diskusi, membuka ruang ekspresi kreatif, memberi pendapat,
merelevansikan pembelajaran secara pribadi, dan sebagainya.
Lalu bagaimana guru dapat memberikan murid-murid ‘pilihan’ dalam proses belajar mereka? Ada banyak cara yang dapat dilakukan. Berikut ini adalah beberapa contoh bagaimana guru dapat mendorong dan menyediakan “pilihan” bagi murid-muridnya.
- Membuka cakrawala murid bahwa ada berbagai pilihan atau alternatif yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum menentukan sebuah keputusan.
- Memberikan kesempatan bagi murid untuk memilih bagaimana mereka mendemonstrasikan pemahamannya tentang apa yang telah mereka pelajari.
- Memberikan kesempatan pada murid untuk memilih peran yang dapat mereka ambil dalam sebuah kegiatan/program.
- Memberikan murid kesempatan untuk memilih kelompok.
- Memberikan kesempatan murid untuk mengelola pengaturan kegiatan.
- Menggunakan musyawarah untuk mengambil keputusan, atau jika memang diperlukan melalui voting, untuk memprioritaskan langkah tindakan atau aktivitas berikutnya. Misalnya saat ingin belajar tentang topik tertentu, guru dapat mendiskusikan dan membuat daftar kegiatan apa saja yang dapat mereka lakukan, kemudian meminta murid untuk memilih mana yang ingin mereka lakukan lebih dulu.
- Mengajak OSIS membuat daftar kegiatan (event), dan memberikan kesempatan untuk memilih mana kegiatan yang ingin mereka lakukan di tahun ajaran ini.
- Memberi kesempatan pada murid untuk menentukan sendiri bentuk penugasan yang mereka inginkan.
- Memberikan kesempatan pada murid untuk mempresentasikan hasil kerja/proyek sesuai dengan gaya , minat dan bakat mereka
- Memberikan kesempatan pada murid untuk menggali sumber-sumber belajar sesuai minat mereka.
- Memberikan kesempatan pada murid untuk mengevaluasi pembelajarannya.
- Memberikan kesempatan pada murid untuk menentukan rencana, jadwal atau agenda dalam melaksanakan pembelajarannya
4. Apa yang menantang bagi Anda untuk memahami apa yang disampaikan
dalam modul ini?
Seuatu yang menantang bagi saya dalam mempelajari
modul ini adalah pada aspek perencanaan program oleh karena itu dalam
perencanaan perlu dirancang dengan baik dengan melakukan tahapan BAGJA dalam
penyusunan program yang berdampak pada murid sehingga suara, pilihan dan
kepemilikian murid benar-benar bisa diperhatikan dengan optimal.
5. Sumber-sumber dukungan yang saya miliki untuk
membantu saya menyusun program yang berdampak pada murid.
Dalam melaksanakan program yang berdampak pada murid
tentunya tidak bisa dilakukan sendiri oleh calon guru penggerak tentunya butuh
dukungan dari beberapa pihak diantaranya Bapak kepala sekolah, manajemen
sekolah, ketua jurusan, rekan guru, OSIS, Komite dan orang tua murid.
Selain itu untuk lebih optimal dalam mewujudkan
program yang berdampak pada murid perlu melibatkan atau bersinergi dengan
komunitas seperti; komunitas keluarga, komunitas antar kelas, komunitas
sekolah, dan komunitas diluar sekolah bahkan komunitas yang lebih luas misalnya
media, dunia usaha dan pemerintah.
Oleh : Akhmad Syafi'i, S.Pd.,Gr
Calon Guru Penggerak _Angkatan 4_SMK Negeri 1 Kraksaan_Kabupaten Probolinggo
#refleksiterbimbing #gurupenggerak #pengelolaanprogramyangberdampakpadamurid





